“Teluk Naga “
Merupakan sebuah kabupaten yang terletak di salah satu kota
Tangerang, mungkin sekilas ketika kita mendengar nama itu, yang ada di fikiran
kita yaitu” Teluk” dan “Naga”, ada apa dengan kedua kalimat tersebut? Bagi
orang yang pertama kali mendengarnya mungkin berfikiran mengerikan karena ada
kata “Naga” Kenapa harus kalimat tersebut yang di jadikan sebuah kampung? Yuuk,
kita simak bagaimana sejarah asal-usul kota ini.
Berawal pada tahun 1400 kawasan ini kedatangan perahu yang
bernama “Tiongkok” yang mana pada bagian depannya memiliki ukiran naga.
Konon, menurut cerita para warga sekitar bahwa pada zaman dahulu
warga sekitar masih sangat percaya akan hal ghaib di antaranya percaya terhadap
melintasnya sosok bayangan yang menghilang di sungai cisadane dan di percaya
sebagai tempat peristirahan para naga. Peristiwa itu pun terdengar sampai ke
kampung lainnya, mereka menjadikan cerita itu sebagai bahan obrolan oleh
penduduk sekitar, bahkan mereka menyebut daerah yang di lewati oleh sosok
bayangan tersebut adalah kampung naga untuk menandai daerah tersebut. Banyaknya
pendatang dan pedagang asal tionghoa yang menetap di sana, kemudian menambahkan
sebuah kata di depannya yaitu naga, namun kata tersebut harus mempunyai nilai
historis tersendiri dari cerita yang berkembang,sejenak kita mengingat kembali
bahwa di daerah tersebut terdapat sebuah sungai yang bernama cisadane , di
sungai itu lah pernah terjadi melintasnya sosok bayangan naga yang selalu
meghilang melewati sungai yang berada di desa tersebut dan dipercayai sebagai
tempat peristirahatan para naga. Para sesepuh dan warga di daerah tersebut
sepakat menambahkan kata “Teluk” di depan kata naga, teluk jika kita
definisikan sehari-hari yang berarti tempat merapatnya kapal-kapal besar
setelah berlayar, walaupun jika di definisikan sesungguhnya “Teluk” adalah
daratan yang menjorok ke lautan. Setelah beberapa tahun setelah nama itu di
resmikan keercayaan masyarakat tentang kekuatan dan keberuntungan perlahan
mulai di rasakan banyak nya jagoan hebat yang mulai melakukan pemberontakan,
diantaranya kisah kebesaran masyarakat teluknaga yang sempat di filmkan dengan
judul” Si ayub dari teluknaga”. Uniknya desa ini memiliki sebuah desa yang
misterius yang sekarang menjadi desa perbatasan yang memisahkan desa teluknaga
dengan desa lainnya”kampung seliong” jika di artikan berarti penjara para naga.
Bergulirnya waktu banyaknya pendatang penduduk lokal, khususnya
orang-orang betawi yang berasal dari ibu kota (Jakarta), karena letak kota
tangerang sendiri sangat berdekatan dengan Ibu kota, wajar saja sebagian
masyarakat ibu kota banyak yang berdatangan, datangnya mereka membawa variasi
perkembangan budaya betawi itu sendiri. Menurut beberapa kajian ilmiah, bahwa
masyarakat betawi merupakan keturunan kerajaan Tarumanegara.
Betawi sendiri muncul akibat pembaharuan penduduk asli di wilayah
barat pulau jawa dengan berbagau suku bangsa, termasuk Arab. Kedudukan betawi
di teluknaga ini golongkan sebagai betawi pesisir panggilan untukmasyarakatnya
yang bermatapencaharian sebagai nelayan, saat berada di Teluknaga, keunikan
percampuran budayanya masih sangat kental dan pemerintah setempat pun menyadari
akan kekayaan sejarah dan keragaman budaya tersebut yang akan menjadi modal
untuk mengembangkan kabupaten ini.