Wednesday, April 1, 2015

Selayang pandang kota tangerang kabupaten tangerang

“Teluk Naga “
Merupakan sebuah kabupaten yang terletak di salah satu kota Tangerang, mungkin sekilas ketika kita mendengar nama itu, yang ada di fikiran kita yaitu” Teluk” dan “Naga”, ada apa dengan kedua kalimat tersebut? Bagi orang yang pertama kali mendengarnya mungkin berfikiran mengerikan karena ada kata “Naga” Kenapa harus kalimat tersebut yang di jadikan sebuah kampung? Yuuk, kita simak bagaimana sejarah asal-usul kota ini.
            Berawal pada tahun 1400 kawasan ini kedatangan perahu yang bernama “Tiongkok” yang mana pada bagian depannya memiliki ukiran naga.
Konon, menurut cerita para warga sekitar bahwa pada zaman dahulu warga sekitar masih sangat percaya akan hal ghaib di antaranya percaya terhadap melintasnya sosok bayangan yang menghilang di sungai cisadane dan di percaya sebagai tempat peristirahan para naga. Peristiwa itu pun terdengar sampai ke kampung lainnya, mereka menjadikan cerita itu sebagai bahan obrolan oleh penduduk sekitar, bahkan mereka menyebut daerah yang di lewati oleh sosok bayangan tersebut adalah kampung naga untuk menandai daerah tersebut. Banyaknya pendatang dan pedagang asal tionghoa yang menetap di sana, kemudian menambahkan sebuah kata di depannya yaitu naga, namun kata tersebut harus mempunyai nilai historis tersendiri dari cerita yang berkembang,sejenak kita mengingat kembali bahwa di daerah tersebut terdapat sebuah sungai yang bernama cisadane , di sungai itu lah pernah terjadi melintasnya sosok bayangan naga yang selalu meghilang melewati sungai yang berada di desa tersebut dan dipercayai sebagai tempat peristirahatan para naga. Para sesepuh dan warga di daerah tersebut sepakat menambahkan kata “Teluk” di depan kata naga, teluk jika kita definisikan sehari-hari yang berarti tempat merapatnya kapal-kapal besar setelah berlayar, walaupun jika di definisikan sesungguhnya “Teluk” adalah daratan yang menjorok ke lautan. Setelah beberapa tahun setelah nama itu di resmikan keercayaan masyarakat tentang kekuatan dan keberuntungan perlahan mulai di rasakan banyak nya jagoan hebat yang mulai melakukan pemberontakan, diantaranya kisah kebesaran masyarakat teluknaga yang sempat di filmkan dengan judul” Si ayub dari teluknaga”. Uniknya desa ini memiliki sebuah desa yang misterius yang sekarang menjadi desa perbatasan yang memisahkan desa teluknaga dengan desa lainnya”kampung seliong” jika di artikan berarti penjara para naga.
Bergulirnya waktu banyaknya pendatang penduduk lokal, khususnya orang-orang betawi yang berasal dari ibu kota (Jakarta), karena letak kota tangerang sendiri sangat berdekatan dengan Ibu kota, wajar saja sebagian masyarakat ibu kota banyak yang berdatangan, datangnya mereka membawa variasi perkembangan budaya betawi itu sendiri. Menurut beberapa kajian ilmiah, bahwa masyarakat betawi merupakan keturunan kerajaan Tarumanegara.
Betawi sendiri muncul akibat pembaharuan penduduk asli di wilayah barat pulau jawa dengan berbagau suku bangsa, termasuk Arab. Kedudukan betawi di teluknaga ini golongkan sebagai betawi pesisir panggilan untukmasyarakatnya yang bermatapencaharian sebagai nelayan, saat berada di Teluknaga, keunikan percampuran budayanya masih sangat kental dan pemerintah setempat pun menyadari akan kekayaan sejarah dan keragaman budaya tersebut yang akan menjadi modal untuk mengembangkan kabupaten ini.